• 16

    Mar

    PILUNYA KEPUTUSAN KU | Puisi Kepiluan

    Puisi Terbaik tentang Kepiluan PILUNYA KEPUTUSAN KU seharusnya bukan karnamu berkorban pertaruhkan hidupku seperti semilir sejuknya angin merasuk membawa kesedihan alunan raga menghantui hati akui kesalahan yang tetapkan pelangi dikala dia begitu terasa hanya karna begitu terasa indah sekarang langkah seperti tak berarah ia pun kini tak menemani tuk tentukan jalan suaranya telah terhempas arus angin tinggal kini selesaikan kehancuran sesungguhnya ku mempunyai kesempatan syair nan melodi ku jadikan landasan agar dapat meniti kembali yang tlah pergi dan tak’kan untuk mengulang kembali
  • 16

    Mar

    PUISI CINTA INDONESIA

    Puisi M.Yamin 1945 Abadilah Republik IndonesiaUntuk selama-lamanya,Yang dilindungi tumpah-darahBenua kepulauan yang indah,Antara cakrawala langit yang murni Dengan bumi tanah yang sakti. Di samping teman, di hadapan lawan Negara berdiri ditakdirkan Tuhan, Untuk keselamatan seluruh bangsaSupaya berbahagia segenap ketika; Berbudi setia, tenaga Merdeka Dengan menjunjung kedaulatan Negara. Di atas abu negara keduaKami membentuk negara ketiga, diiringkan lagu Indonesia Raya; Di bawah kibaran bendera bangsa,Di sanalah rakyat hidup berlindung, Berjiwa merdeka, tempat bernaung. Kami bersiap segenap ketika,Dengan darah, jiwa dan raga,Membela negara junjungan tinggi Penuh hiasan lukisan hati: Melur-cempaka dari daratan Awan angkasa putih kelihatan Buih gelombang dari lautan. Hati yang mukmin selal
  • 14

    Mar

    Puisi Chairil Anwar

    Puisi Chairil Anwar , berikut ini dua puisi Chairil Anwar yang kukutip dari sini. Krawang-Bekasi adalah puisi yang paling berkesan buatku sejak aku duduk di kelas 2 SMP. Sedangkan kalimat favoritku dari “Diponegoro” adalah “… Sekali berarti Sudah itu mati…” KRAWANG-BEKASI Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi tidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi. Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami, terbayang kami maju dan mendegap hati ? Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu. Kenang, kenanglah kami. Kami sudah coba apa yang kami bisa Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa Kami
  • 13

    Mar

    Puisi Karya Taufik Ismail

    Puisi Taufik Ismail Membaca Tanda-tanda Ada sesuatu yang rasanya mulai lepas Dari tangan Dan meluncur lewat sela-sela jari kita Ada sesuatu yang mulanya Tak begitu jelas Tapi kini kita mulai merindukannya Kita saksikan udara Abu-abu warnanya Kita saksikan air danau Yang semakin surut jadinya Burung-burung kecil Tak lagi berkicau pagi hari Hutan kehilangan ranting Ranting kehilangan daun Daun kehilangan dahan Dahan kehilangan hutan Kita saksikan zat asam Didesak asam arang Dan karbon dioksid itu Menggilas paru-paru Kita saksikan Gunung memompa abu Abu membawa batu Batu membawa lindu Lindu membawa longsor Longsor membawa air Air membawa banjir Banjir membawa air Air Mata Kita telah saksikan seribu tanda-tanda Bisakah kita membaca tanda-tanda? Allah Kami telah membaca gempa Kami tela
  • 19

    Feb

    Puisi Untuk Guru

    Puisi Untuk Guru Orang kata guru itu penat Gaji tak seberapa kerja berlambak Aku kata guru itu rehat Mengajar tak seberapa tapi penuh berkat Kerja sekerat-sekerat pahala penuh sendat Ilmu yang dicurah tak dapat disekat Makin dicurah makin mendekat Orang kata guru itu sungguh bosan Setiap tahun muka sama setiap bulan Aku kata guru itu singguh riang Sekali berkata murid ketawa girang Bila berjaya murid terus menjulang Jasa bakti tak pernah hilang PUISI UNTUK SANG GURU Engkau bagaikan cahaya Yang menerangi jiwa Dari segala gelap dunia Engkau adalah setetes embun Yang menyejukan hati Hati yang ditikam kebodohan Sungguh mulia tugasmu Guru Tugas yang sangat besar Guru engkau adalah pahlawanku Yang tidak mengharapkan balasan Segala yang engkau lakukan Engkau lakukan dengan ikhlas Guru ja
  • 19

    Feb

    Puisi Kesejahteraan Guru

    Puisi Kesejahteraan Guru ~ Puisi Terbaik untuk mendoakan akan jasa Ibu Guru dan Bapak Guru yang telah mendidik kita dari TK sampai SMA. Berikut Untuk Puisi Kesejahteraan Guru : Guru Sejahtera Lihatlah dan coba cermati Sosok yang datang di pagi sepi Pantalon dan Kemejanya rapi Bergesper gelap juga berdasi Sepatu mengkilap melangkah pasti Dengan laptop di tangan kiri Dan juga alat komunikasi Rambut tersisir berminyak wangi Aromanya, Hmm seharum kesturi Lihatlah rumahnya, Yang tak jauh dari sekolah Sungguh bersih dan asri Warna cat, hiasan dan alam serasi Di halaman rumput hijau menghiasi Diselingi pohon rimbun di kedua sisi Garasi mobil di sebelah kiri Dengan tanaman pot mengelilingi Ada bangku-bangku diterasnya Yang banyak dipenuhi bunga-bunga Ada air mancur dan kolam Di mana ikan berg
-

Author

Follow Me